Followers

Showing posts with label videography. Show all posts
Showing posts with label videography. Show all posts

Sunday, July 29, 2012

My First Video Blog: Listen, Read, and Smile

Teman, aku takut kehilangan kalian, sumpah. Tapi kalo kalian tetep di sini, aku bakalan tambah sedih, soalnya kita kan juga musti capai cita-cita sendiri-sendiri, ya kan? Tapi kalo kalian pergi, jangan pernah balik jadi orang lain ya...aku sayang kalian, teman :')

Rek, aku wedi kilangan kon, sumpah talah. Tapi lek kon pancet ndek kene, aku malah tambah nesu, soale awak dewe kan yo kudu nggayuh kepenginan dewe-dewe ya, tho? Tapi lek kon ngalih, ojo tau mbalik dadi wong liyo yo...aku trisno kon, rek :')

Friends, I'm afraid losing you, I swear. But, if you stay here, I am feeling more sad, because we have to gain our own dreams, right? But if you go, don't you ever come back being another person, okay...I love you, friends :')

Ini hadiah buat kalian, teman...
Iki hadiah gawe kon, rek...
This is a gift for you, friends...

SEDIH SEKALI SAYA TELAH MELANGGAR HAK CIPTA

Pagi ini aku nyoba ngecek akun YouTube-ku yang lama udah ngga keurus. Tiba-tiba aku dapet ini di video manager-ku.

Click to enlarge
Di situ dilaporin kalo aku udah ngelanggar beberapa hak cipta lagu yang jadi backsound video dokumenterku kemarin.
Dan ada beberapa negara yang udah ngeblokir penayangan video ini. Salah satunya Jerman.

Walaupun di akhir video udah aku cantumin judul lagu dan nama penyanyinya, tapi tetap saja, memang aku yang salah tidak memberi tag lagu yang jelas di videoku. Kalau aku jadi yang punya lagu, tentu saja aku akan melakukan hal yang sama atas kekayaan intelektualku. Menyesal sekali sudah mendapat notifikasi ini pagi-pagi. Aku utak-atik tidak tau harus diapain ini. Akhirnya aku menambahkan tag ke videoku, tapi aku belum tau pasti bagaimana caranya agar bisa mencantumkan backsound dengan resmi di sini.

Buat yang tau bagaimana caranya, tolong kasi tau saya ya, bisa komen atau kontak saya di mana saja. Soalnya, hak kekayaan intelektual itu hak yang paling mahal. Apa kabar teman-teman yang suka nyantumin foto, lagu, video orang lain di website tanpa mencantumkan sumber yang jelas? Mari sama-sama mulai menghargai hak kekayaan intelektual sekecil apa pun ;-)

Saturday, June 16, 2012

Our Last Project and It's Awesome!

"Bu, liaten a... Aku ga bisa maju ke atas panggung emang... Tapi aku bisa bikin temen-temen, guru-guru, wali murid pada ketawa, tepuk tangan, mereka seneng lhooo... Ga sia-sia aku sama Kukrik iseng bikin ini sampe ketiduran di meja komputer".


Waktu itu, aku dan Kukrik memang sudah lama ingin membuat film dokumenter seperti kebanyakan anak SMA yang mau lulus. Apalagi, aku memang bukan tipe anak yang bisa diem kalo engga show off dalam artian aku emang suka banget bikin video-video ga jelas sama temenku, Radea, dan pamer ke semua orang (orang paling nganggur sedunia dengan ide paling gila ya cuman Radea). Akhirnya, aku dan Kukrik memutuskan untuk membuat video ini dimulai dari saat kami semua intensif UNAS. Nyusun draft, ngumpulin video perkelas (dan itu ngga gampang soalnya semua kurang antusias sama proyek kita ini), diskusi kecil-kecilan sambil nyuri-nyuri jam (soalnya aku dan Kukrik beda kelas, beda tempat les pula).

Tapi cuman satu kendala kami. Kami sama-sama ngga punya kamera profesional atau pun handycam buat nggarap proyek ini. Kami cuman punya kamera pocket dengan resolusi 10 megapixel dan dalam keadaan sama-sama rusak. Akhirnya, kami dibantu Ajeng dan Sheila dengan dipinjami kamera sama mereka. Setelah itu, kami juga dibantu Taju dan Radea dalam proses ambil gambarnya.

Sebenarnya kalau dilihat saja, video ini simple, hanya dipotong dan digabungkan. Tapi mengoordinasi semua video yang kami dapat itu ngga mudah. Belum lagi converter yang sering ngadat. Gambar yang kadang pecah. Audio yang ngga bersahabat. Software yang abal-abal. Laptop yang suka manja. Waktu ketemuan yang singkat banget. Belum lagi kalau kami cekcok pendapat. Sampai-sampai aku pulang malam dari rumah Kukrik dan Kukrik menginap di rumahku. Menunggu publishing yang berjam-jam sampai tertidur dan harus lari-lari karena telat les. Semua kayak gado-gado sampai suatu hari pernah kami hampir putus asa karena ini.

Belum lagi, proses pengumpulan dana sponsor yang ribet sekali. Hampir 10 tempat sudah kami kunjungi (berasa minta sumbangan gitu) sampai malam mengajukan proposal ke sana-ke mari dan hanya 4 tempat yang mau mendanai proyek kami ini, so thankful!

Bahkan, tepat H-1 wisuda, kami sempat hampir putus asa karena video yang kami buat rusak parah dan sempat tidak mendapatkan izin penanyangan khusus dari sekolah. Aku menyerah duluan. Tapi aku salut sama Kukrik yang mau membenahi video ini sampai beberapa jam sebelum wisuda. Dan usahaku sama Kukrik ngotot-ngotot ke pihak sekolah untuk dapet jam khusus penayangan film ini waktu wisuda terbayar sudah dengan respon positif dari teman-teman Stetsa, guru-guru, dan wali murid yang mau menunggu sampai film-nya selesai (walau aku tahu itu bukan waktu yang singkat buat menunggu). I'm sure, we couldn't say anything, friends...
Click to enlarge photo

Dan ini dia bayi manja yang sempet diprediksi keguguran, tapi akhirnya lahir dengan selamat... Selamat menonton, teman-teman... Ini versi asli tanpa sensor (ada beberapa bagian yang harus disensor saat wisuda kemarin karena permintaan dari sekolah). Kalau ada kritik, langsung ke kita ya, oke oke?


Oh iya, maaf video ini masih punya kekurangan di sana-sini. Termasuk dari kata-kata yang salah, hasil crop yang kurang halus, kesalahan penulisan nama, termasuk backsound I Remember-Mocca dan Sahabat Sejati-Sheila on 7 yang lupa kita cantumin, dan apa pun itu deh :-D

Special thanks to:

Allah SWT, tanpa Dia, kami tidak mungkin seberuntung ini
Sandi 'Kukrik' Mawarnita H., tanpa kamu, video ini cuman mimpi
Novia Gita Suriantina, yang udah bantuin bikin proposal yang unyu banget
Sheila Masita, yang udah pinjemin kamera barunya ke kita
Ajeng Lati Lestari, yang juga minjemin kamera ke kita
Ardyan Wicaksana, yang mau jadi artis gratisan dan rumahnya kita ubek-ubek
M. Tajuddin Zain, yang udah ngebantu ambil gambar
Alfaries Radea, yang udah ngasi ide, bantu ambil gambar, walaupun idemu banyak yang ilang
Aulia Akbar, yang mau nganter ke sana-ke mari
Bu Indri, yang mau bantu nyunting video dan ngizinin kita nampilin video ini
Ernita Aprelia Gultom, yang jadi ikut kecipratan sibuk
Bapak-Ibu, yang mau sabar ngadepin aku ribut-ribut gini-gitu
Mbak Karinta, yang rumahnya kita ubek-ubek pagi-pagi dan ke Surabaya buat nggandain film ini
Dian Muliasari, yang udah nyumbang video kelulusan
Semua pihak yang udah ngebantu terwujudnya film ini yang ga bisa aku sebutin satu per satu
Dan SEMUA WARGA STETSA yang apresiasinya tinggi, tanpa kalian, film ini bukan apa-apa

Sponsored by:
Ganesha Operation
Neutron Yogyakarta
D'Fria Collection
ANP Tour and Travel

Nb:
Semua 'mantan' anak kelas XII 2012 bakal dapet CD-nya satu per satu gratis kok, teman-teman... Ditunggu ya ;-)


"Krik... Kita berhasil!"

Wednesday, February 22, 2012

What??

Video ini kami ambil saat nganggur di kelas yang cuma diisi sama siswa kurang dari 10 dikarenakan yang lain pada ngurusin SKHUN SMP, dan sisanya bolos. Video ini kita ambil sekitar November 2011. Dengan edit asal-asalan yang dilakuin sama Radea. Enjoy it! :-D

Monday, November 07, 2011

Happy Birthday to Mocca



Pernah tidak, mengalami hal seperti ini? Bagaimana jika orang yang kamu sayangi akan berulang tahun 2 jam lagi dan kamu belum mempersiapkan kado apa pun? Yap. Rasanya sangat mendebarkan. Menakutkan. Menegangkan. Takut kalau seseorang itu akan kecewa dengan kita. Takut jika kita akan dicoret dari list orang tersayang yang ada pada mereka. Takut kalau kita tidak bisa menjadi sahabat. Kurang lebih seperti itulah apa yang aku dan Dini, saudara kembarku rasakan.

Akhir Oktober lalu, Mocca, band indie asal Bandung yang sudah kami sukai sejak masih SD, berulang tahun yang ke-12. Para Swingingfriends, komunitas pencinta Mocca mengadakan kontes yang bertajuk Mocca HBD Contest. Kontes ini bertujuan memilih 2 pemenang yang bisa mengucapkan 'happy birthday' ke Mocca sekreatif mungkin melalui foto, video, tulisan, dan lainnya. Nah, aku dan Dini baru tahu kontes ini satu hari sebelum batas akhir pengumpulan.

Sebenarnya bukan masalah jika waktu yang tersisa adalah 1 hari. Yang dipermasalahkan adalah, aku dan Dini sudah kelas 12. Jadwal belajar kami padat, belum lagi tugas dan ulangan yang segudang, membuat kami baru bisa memulai mengerjakan video ini 3 jam sebelum batas akhir pengumpulan. Apalagi di website Mocca, tercantum counter batas waktu pengumpulan. Kami langsung berteriak menanggalkan semua buku kami dan cepat-cepat menyusun ide video apa nantinya. Dengan keterbatasan waktu, akhirnya kami cepat-cepat membuat video ucapan ini dengan terlebih dahulu menyalakan lilin yang nantinya akan kami tiup. Sebelum itu, kami harus men-charge kamera pocket kami yang baterainya sudah di ambang batas kemiskinan. Belum sempat penuh baterainya, kami langsung cepat-cepat membuat video hancur yang sudah lebih dari 5 kali take.

Kami menggabung-gabungkan semua foto-foto kreatif yang pernah kami buat untuk Mocca, dan menyiapkan lagu apa yang akan kami pakai. Aku mengeditnya dengan kecepatan super duper ekstra ultra cepat, sampai-sampai komputer butut kami meroweng tanda kecapaian. Mana software Movie Maker kami sempat error saat kami memakainya. Dini terus saja melihat timer count-down di website Mocca. Dia juga sempat membuka video kiriman peserta lain yang menurutku lumayan lucu. Aku sampai marah-marah kepadanya karena hal itu hanya akan membuat aku semakin frustasi. Semua orang sudah tertidur lelap di rumah ini. Tinggal aku dan Dini yang terjaga demi pemusik penghilang jenuh kami. Malam itu tanggal 31 Oktober, dan hari sudah menunjukkan tanggal 1 November saat video ini selesai aku edit.

Timer menunjukkan pukul 12 lewat, dan aku belum mengunggahnya ke e-mail yang disediakan. Akhirnya kami berhasil mengunggahnya, dan kami harap-harap cemas apakah kami tertinggal atau tidak. Sampai jam 1 malam, kami belum juga mendapat balasan. Akhirnya kami pasrah, kami perlu istirahat. Aku dan Dini tidur bersama di kamar Dini sambil sama-sama cemas. Apakah kado itu diterima atau tidak.

Dua hari kemudian, aku mendapat mention dari akun Twitter pacar kakakku. Dia tanya, "Bagaimana, menang tidak?". Aku hanya menjawab, "Memang sudah ada pengumumannya? Pesimis, mas,". Dan beberapa menit kemudian, ia men-chat-ku lewat Facebook. Selamat ya, Dina-Dini, kalian menang! Spontan aku tidak percaya, lalu aku membuka Twitter @Moccaofficial untuk mendapat kepastian. Dan... Ternyata memang benar! Kami menang! Oh God! Kami menang!

Click to enlarge:

Inilah beberapa tweets dari akun official Mocca


Kak Arina, sang vokalis juga menyempatkan diri lho :')



Ini bukti bahwa kami menang, 2 pemenang utama akan dipajang di page paling atas. Kami juara dua, dan juara satunya juga tidak kalah menarik, bahkan sangat kreatif karena dia mengarang lagu sendiri lho untuk Mocca, salut!


Aku tidak menyangka, kami bisa menang. Padahal awalnya kami kurang persiapan, ditambah lagi pesimistis yang sangat tinggi membuatnya mustahil rasanya untuk menang. Bahkan lebih dari itu ternyata, kami bisa puas. Bukan karena hadiahnya yang kami cari, tapi kami senang, bisa mengutarakan ketulusan kami dan menunjukkan pada semua bahwa kami bisa :-D. Happy birthday, Mocca. Tetap bersinar...

Sunday, November 06, 2011

Iseng Bermanfaat?


Trailer film pendek ini dibuat oleh Radea, teman sekelasku yang menurutku sangat berbakat di bidang seni perfilman dan seni tarik suara. Setiap istirahat, dia selalu bereksperimen. Entah itu mengajakku untuk menyanyi bersama mengubah lirik lagu berbahasa Inggris menjadi lirik lain dalam Bahasa Indonesia, menyetel musik keras sekali berisi lagu-lagu Internasional, sampai yang satu ini: dia suka mengajak anak-anak di kelas untuk bermain film iseng-iseng lewat Blackberry-nya :-D

Menguyah Nasi

Kali ini aku akan menunjukkan salah satu hasil karyaku dan Teater SETIA (Stetsa Imaginer of Art) SMA Negeri 4 Malang di dunia perfilman, hehe. Walau bisa dibilang kami bukan spesialis film karena kami hanya pernah 3 kali membuat film, namun kami tetap berusaha untuk menjadi lebih baik dalam dunia seni peran.

Film ini dibuat untuk mengikuti Festival Film Pendek Remaja se-Kota Malang 2011 yang diadakan oleh MGMP. Ide cerita dan naskah, aku yang menulisnya. Film ini berkisah tentang seorang gadis remaja yang tidak bisa mensyukuri nikmat makanan yang diberikan Tuhan. Lalu ia bertemu dengan dua orang gelandangan yang untuk makan sebutir nasi saja harus mengais di tempat sampah. Pada akhirnya, gadis ini tersadar akan betapa pentingnya arti mensyukuri nikmat dari yang di atas.

Oke, begitulah sinopsisnya, selamat menonton! :-D

Friday, November 04, 2011

Rigging Practices

Beberapa hari yang lalu sebelum UTS, kami mendapat tugas dari guru Penjasorkes buat melestarikan budaya Pramuka yang sudah lama kami tinggalkan semenjak kami dewasa, hehe. Monggo dilihat...