Followers

Sunday, January 16, 2011

My and Our FTMS

“Kita masih anak sekolah, kelas IPA 3… Berusaha untuk menjadi yang terbaik. Oh ini kita, ini IPA 3, 2 A 3 ‘slalu bersama…”

Itu yel-yel kita pas FTMS 2011 kemarin. Ya, masih inget entriku tentang FTMS 2010, peeps? Kalo lupa, baca lagi di sini. Kalo taun-taun sebelumnya FTMS singkatan dari Festival Tari Musik Stetsa, tahun ini namanya berubah menjadi Festival Teater Musik Stetsa. Tahun lalu FTMS-nya bertemakan budaya Indonesia. Nah, kalo tahun ini Stetsa mengangkat tema oldies, dari ‘70-an sampai ‘90-an.

Kelas kami memakai kostum sailor-moon dan celana harem untuk yang cewe, dan yang cowo pake tuxedo. Aku rasa sih emang ngga ada unsur oldiesnya, yaaah begitulah. Ini dia kami…

Kelas lain juga beragam kostumnya. X-4 memakai dress bunga-bunga khas ’80-an, X-5 memakai rok dengan suspender merah motif polkadot, XI IPA 1 memakai kostum ala Mickey Mouse, XI IPA 2 memakai kaos kelas dengan bawahan rok batik, XI IPA 4 memakai blazer hitam dan tuxedo, XI IPA 5 memakai rok panjang motif bunga-bunga dan tuxedo bunga, XI SOS 1 memakai rok seperut dengan warna cokelat dan atasan hitam ala vintage, XI SOS 2 memakai kaos kelas, celana harem, dan head-band, XII IPA 1 memakai baju hitam dengan aksen kain kotak-kotak oranye, XII IPA 2 memakai gaun pink dan topi pesulap, XII IPA 3 memakai dress bunga-bunga warna gelap, XII IPA 4 memakai kostum ala kartun purba (aku tidak tahu apa namanya) dengan kostum buatan tangan mereka sendiri, XII IPA 5 memakai baju bunga-bunga aksen pink tua, XII SOS 1 memakai kostum ala Scooby Doo, dan XII SOS 2 memakai kostum motif macan.







Selain lomba kostum, ada juga lomba band, drama musikal, dan tentunya lomba yel-yel. Beruntungnya kami, XI IPA 3 termasuk 2 dari 3 besar drama yang terbaik. Di urutan pertama ada XII SOS 2 dengan “Warkop Ozawa”-nya yang kocak, di urutan kedua ada kelas kami dengan Gita Cinta Dari Stetsa (selengkapnya baca postinganku tentang Gita Cinta Dari Stetsa), dan terakhir ada X-4 dengan cerita cinta dan persahabatan.

Penataan panggung dan pencahayaan untuk tahun ini lebih baik dibanding dengan tahun lalu. Untuk ukuran acara internal, aku rasa acara ini cukup berhasil membuat kami semua mencap acara ini menjadi UNFORGETTABLE fun!

Memang terlihat di antara semua kelas, yang paling kompak adalah kelas XII, maklum ini FTMS terakhir mereka, jadi terlihat sekali mereka bersemangat mengikuti acara ini. Namun, kelas-kelas yang lain termasuk kelas kami tidak kalah kompak lho…

Tapi, apakah itu arti kekompakan yang sesungguhnya? Apakah kompak itu hanya sebatas terlihat solid di depan semua orang? Ataukah hanya sebatas memenangkan sebuah lomba kekompakan kelas?

In my opinion, kompak itu di manapun dan kapan pun, walaupun engga selalu hadir, tapi selalu ada, dan melekat sebagai satu pondasi pertemanan.

Untuk XI IPA 3, aku tunggu saat itu tiba.


That's All, On Physic Class

Many formula on whiteboard. Give no attention to the teacher. Eat on the class. That's all, on Physic class.

Foto diambil oleh Muhammad Tajuddin Z., thanks, Taj :)

Friday, January 14, 2011

Look, Those Are My Papa!

Karena lomba fotografi yang diadain sekolah dalam rangka ulang tahun sekolah 4-5 Januari dengan tema oldies lalu aku jadi salah satu pesertanya, dan aku ini tipe anak yang ngga bisa ngatur waktu, akhirnya jadilah karyaku yang diambil satu hari sebelum batas pengumpulan dan kebingungan memilih objek. Akhirnya aku tahu siapa yang pantas. Bapak!






Bagaimana? Bapakku memang sudah tidak muda lagi, tapi dia ngga kalah narsisnya kan sama anaknya? :D

Give Them Chance

Dua hari yang lalu as usual kalau tidak hujan, bapak tidak menjemputku sepulang sekolah. Dan jika Sony ada kegiatan lain, aku juga tidak boleh egois. Kembali ke rutinitas semula aku harus pulang ke rumah naik angkutan umum.

Dari sekolah ke rumah, aku naik angkota GA (Gadang-Arjosari) dan oper ke angkutan kabupaten LA (Lawang-Arjosari), namun aku lebih senang naik Bison (sebutan untuk minibus Arjosari-Pasuruan). Karena tempatnya lebih luas dan aku tidak perlu terlalu menunduk jika turun dari angkot demi punggungku yang notabene barusan operasi skoliosis.

Saat menunggu penumpang lain di pertigaan Arjosari, ada seorang pria remaja seusiaku yang akan naik Bison ini. Ia terlihat seperti orang kebanyakan. Namun dia... Ya, individu autistik. Ketika baru saja kaki kanannya akan naik ke Bison, sang kenek langsung menutup pintu dengan keras sehingga hampir saja menjepit kepala anak itu dan berkata, "Ngalih kono, gak, gak, wis ngalih!" yang dalam Bahasa Indonesia berarti: pergi sana, tidak, tidak, sudah, pergi!

Itu dua hari yang lalu. Lalu hari ini aku tidak naik GA, tapi naik ABG(Arjosari-Borobudur-Gadang). Dan ketika angkot ini berhenti setelah ada seorang pria remaja di pinggir jalan, lalu pria itu akan masuk ke angkot, tiba-tiba sang sopir berkata, "Heh, ora kate, gendeng, ngaliho. Oh wong ga waras!". Artinya: Heh, tidak akan, gila, pergi sana. Oh dasar orang gila!

Astaghfirullah, dia adalah cowok individu autistik yang sama yang dua hari lalu aku temui di Arjosari.

Mengapa mereka sedemikian kejamnya pada anak autis? Mengapa untuk pulang ke rumah saja ia harus dianggap orang gila? Apa mereka pikir ia tidak mampu membayar angkot nantinya? Apa mereka pikir orang autis itu gila?

Sebagai salah satu difabled kid aku merasa dia belum mendapatkan haknya sebagai seorang MANUSIA. Ya Allah, berikanlah hidayahmu bagi mereka yang lebih cacat hatinya dari kami...

Autisme bukan untuk dijauhi, mereka juga teman kita. Dan para difable kids juga teman kita...

Foto diambil dari sini.

Wednesday, December 15, 2010

LOMBA MENULIS SURAT 'INSPIRATIF'

Dalam rangka menyambut Milad Esa Panama pada tanggal 18 Desember nanti, serta kedatangan penulis/novelis bestseller Habiburrahman El-Shirazzy di Hong Kong minggu pertama Desember 2010, secara pribadi Esa Panama mengadakan syukuran dan berbagi kasih dalam bentuk ungkapan kata hati berupa Lomba Menulis Surat Inspiratif.

SYARAT DAN KETENTUAN :

1. Surat dibuat dalam bentuk file Words huruf Times New Romans ukuran 12. Spasi 1,5. Maksimal 3 halaman.

2. Kirim surat karya mu ke alamat email : esa_subang@yahoo.com dan cc kan ke utomo_susie@yahoo.co.id

dengan subjek : Surat Inspiratif

3. Sertakan pula biodata pada bagian akhir surat terdiri dari : nama asli, nama pena, nama blog/fb, nomor tlp yang bisa dihubungi dan alamat lengkap peserta.

4. Batas pengiriman surat tgl 15 Desember 2010. Pkl 12.00 waktu Hong Kong.

5. Peserta wajib memposting informasi lomba ini di blog atau fb masing-masing dengan mentag Esakura Cinta, serta 25 teman lainnya. Yang memposting di blog dipersilahkan memberikan link/tautan postingan tema lombanya pada wallfacebook Esakura Cinta. Buat setingan postingan untuk umum/everyone.

HADIAH :

Juara 1

Mendapat novel Bumi Cinta (insya Allah di-ttd langsung oleh Kang Abik) + Kumpulan Cerpen FLP Hong Kong (juga di ttd oleh penulis) +pulsa Rp. 50 ribu

Juara 2

Mendapat novel Bumi Cinta (insya Allah di-ttd langsung oleh Kang Abik) + Kumpulan Cerpen FLP Hong Kong (juga di ttd oleh penulis) + pulsa Rp. 20 ribu

Juara 3

Mendapat novel Bumi Cinta (insya Allah di-ttd langsung oleh Kang Abik) + Kumpulan Cerpen FLP Hong Kong (juga di-ttd oleh penulis)

Tulisan yang masuk ke panitia dan dianggap menarik akan mendapat kenangan/souvenir dari Hong Kong.

Hadiah akan dikirim langsung ke alamat pemenang termasuk pulsa.

DEWAN JURI :

1. Esakura Cinta

2. Susi Utomo

3. Okti Li

Surat yang masuk menjadi milik penyelenggara. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.


Kunjungi facebook Esakura Cinta.

Saturday, December 11, 2010

Quote of the Day

"When a friend is in trouble, don't annoy him by asking if there is anything you can do. Think up something appropriate and do it."

-Edgar Watson Howe-

Sunday, November 28, 2010

Your Market, Your Center

Tadi siang aku ikut ibuk ke pasar. Pasar memang sudah dipandang sebelah mata bagi kalian para borjuis pecinta tempat mewah. Becek dan panas aku tak peduli. Tapi di sini mereka sibuk sangat alami. Lensaku tak bisa berhenti. Mengabadikan gerik mata para businessman dalam lensaku yang takkan pernah mati.

Ikan segar diantar dari tangan ke tangan
Dengan keringat di siang bolong
Menaikkan ikan di atas neraca
Membaca tanda-tanda mata uang sampai di mata
Bodoh amat bau amis menyengat
Habis ikan, habis juga keringat
Rezeki tak boleh diumpat

Warna-warni bukan pensil warna
Hasil petik memang berwarna
Memang panas juga berwarna
Namun tenda bisa menutupinya
Tak peduli sesak menerpa
Sayur segar harus sampai di tangan tuan



Tak peduli fashion lagi
Celana ku tekuk, yang penting asyik
Puntung ku pegang sambil niaga
Sepuluh ribu bisa anda bayar
Tiga buah anda bawa pulang
Ini kain memang sekedar kain
Namun faedahnya bukan main
Sayang anak, sayang suami
Taplak ini boleh dibeli
Kemarin aku padukan satu dan dua
Sekarang sudah satu dan tiga
Dua belas ribu sudah tak laku
Tiga belas ribu satu kilo
Untuk natal dan tahun baru
Aku tak mau tahu, aku harus dapat untung

Tas selempang teman jalanku
Ibu-ibu pada beradu
Mulut berkicau yang penting laku
Aku berdiri, ini hasilku
Uang di tangan buat istriku




Saturday, November 27, 2010

Quote of the Day

"Physical disability, it does not mean heart defect"

-Dina Nisrina-

Kejar Bintang?


Oh iya, waktu itu Mas Dwi Ilalang sang sutradara hebat di perfilman Indonesia sempet mampir ke sekolahku, Stetsa. Nah, dia dalam rangka mencari bintang baru dari daerah, khususnya Jawa Timur buat mendukung pembuatan film Bintang Sobek yang berlatar belakang nasionalisme.

“Dibutuhkan keberanian untuk jadi seorang pengecut” itulah quote film ini. Usai Mas Dwi Ilalang ngasi synopsis cerita dan session tanya jawab di Aula Tugu Bersama, dia menjelaskan bagaimana casting yang dia maksud nantinya.

Jadi, persyaratan casting hanya cukup membeli perdana Flexi sebesar 50 ribu yang sudah termasuk biaya asuransi dan nantinya, bisa digunakan untuk tiket menonton film ini. Film yang rencananya akan diputar di bioskop nasional Mei 2011 ini udah jadi magnet buat temen-temen di sekolah. Semua anak teater pun sampai diwajibkan ikut.

Namun aku tidak ikut casting itu, bapak bilang lebih baik seorang perempuan tidak terjun di dunia hiburan, bapak tidak suka. Yah, aku tidak bisa memaksa, Allah sudah menentukan. Sukses buat temen-temen yang ikutan casting, dan Mas Dwi Ilalang beserta crew buat film ini J

Okay, segitu dulu deh blog ngga penting ini. Lomba selanjutnya sudah menunggu. Nantikan aku ya, lomba kritik iklan selular dan iklan rokok! Yippie~

Sunday, October 03, 2010

Imaginary Friend

Aku dibesarkan di dalam keluarga yang penuh kasih sayang. Namun mungkin mereka terlanjur menyayangiku. Aku tidak menyesal, justru aku beruntung, aku bisa belajar menyayangi dari mereka. Namun, aku mengaku, aku minus dalam hal berteman.

Kalo ngga ada yang mengajakku bicara, aku jarang sekali memulai pembicaraan. Entah kenapa, dari lahir, beginilah sifatku. Aku tidak mudah bergaul. Bahkan aku termasuk tipe anak yang mudah menangis jika disakiti sedikit saja. Aku juga tidak pandai membuat lelucon. Aku lebih sering terlihat pendiam daripada tertawa. Tapi setidaknya, banyak yang memuji senyum manisku, jadi aku akan berusaha terus tersenyum, hihihi...

Sejak TK, aku dan Dini memang selalu paling tinggi di sekolah. Memang postur ini keturunan. Kami mensyukurinya. Sampai-sampai saat TK dan SD banyak yang memanggil kami "Mbak" karena mereka kira yang tinggi itu lebih tua. SMP dan SMA pun kami masih selalu termasuk "Yang paling" tinggi.

Tapi aku bersyukur, mereka menyayangiku apa adanya walaupun aku selalu terlihat paling menjulang saat upacara. Bahkan setelah operasi skoliosis, tinggiku bertambah 3 senti dan mereka bilang mereka tidak mempermasalahkannya.

Namun, apa arti sebuah kata manis jika kenyataannya pahit?

"Aku ngga mau ah jalan ama Dina, ketinggian sih,"

"Aku ngga mau deket-deket Dina ah, ntar aku jadi pendek,"

"Dina, kamu menjulang,"

"Haduh, panas, eh, Din, agak ke sini dong. Nah, sekarang ngga panas lagi,"

"Dina, kamu kok kayak tiang listrik sih,"

"Dina, kamu gigantisme?"

Bahkan saat aku bilang aku selalu kesusahan mencari celana, mereka bilang, "Salah sendiri kamu ketinggian,"

Angin lalu. Ya. Aku yakin itu cuman orong-orong ngga penting. Aku tahu, Allah punya maksud lain dengan postur ini.

Tapi, aku harap jangan jauhi aku teman, jangan hanya karena fisikku. Jangan karena aku ngga bisa serame kalian, seceria kalian, sepintar kalian dalam membuat lelucon, dan sekreatif kalian dalam canda dan tawa. Tapi kalo kalian mau menjauhiku, aku mohon, jauhi aku karena sifat burukku, bukan apa yang terlihat...

Allah, aku ingin punya teman sejati. Teman yang engga pandang bulu. Dan dia, mampu membuatku senyum secara alami...

Haruskah aku selalu bermain dengan teman khayalanku?

photo from Bintang Jatuh .