Followers

Tuesday, November 29, 2011

What's New?

Terimakasih buat kepercayaan belasan pelanggan yang notene sih memang teman-teman sekolah saya dan teman sekolah Mba Hani yang sudah berkontribusi dalam hal ikut meramaikan usaha Mba Hani, kakak saya. Hehe...

Nah, buat mempermudah pemesanan, kami telah membuat display book yang berisi macam-macam warna benang, dan macam-macam bentuk rajutan dan aksesoris lainnya.


Ada barang baru nih pemirsa... Hanie's Handmade juga telah meluncurkan (apa deh peluncuran segala, roket kali) gelang-gelang baru lho... Harganya hanya berkisar di bawah 5 ribu rupiah. Murah, bukan? Kualitasnya pun bagus, dengan paduan warna yang feminin ;-)









Ada juga gelang rajutan!


Kalung juga ada, dan harganya hanya 13 ribu!





Mari terus berkarya, jangan ragu untuk mengeksplor kemampuan kalian! Salam ;-)

Operator Abal-Abal

Aku tidak perlu takut kesepian lagi. Tidak perlu takut handphone-ku jadi sepi karena kamu sudah tidak pernah menghiasi Si Mesin Balok Besi Kecil ini dengan kata-kata manis yang bisa membuat aku melayang ke seluruh galaksi Bimasakti, Andromeda, dan bertemu manusia planet yang unik sambil berteriak "hai" lalu dikirim lagi ke bumi dan dihempas ke Samudera Hindia bertemu dengan warga Bikini Bottom dan ditendang oleh David Jones ke tempat dudukku. Aku tidak perlu takut lagi.

Kenapa? Apa aku sudah punya yang baru? Apa aku memang sudah melupakanmu? Apa karena Si Mesin Balok Besi memang sudah dijual? Tidak. Jawabannya tidak. Lalu kenapa? Ya. Karena aku lupa, aku masih 'selalu' punya mereka. ME-RE-KA. Teman. Ya. Teman. Mereka yang selalu menghiasi dekorasi yang kurang pas di pesta perasaanku yang kadang hampir gagal padahal tinggal 1 menit untuk launching. Mereka yang selalu ada, membuatku ketawa-ketiwi sebelum tidur hanya karena sms mereka yang membuatku seperti orang gila dengan mata sudah tinggal 5 Watt tapi masih saja tertawa setelah selesai membaca doa sebelum tidur. Mereka yang selalu menemaniku mengerjakan tugas-tugas aneh yang dijadikan ajang mencari prestasi. Mereka yang membuatku ingin selalu melihat ke arah Si Mesin Balok Besi ini setiap menit.

Yanuar, atau biasa kami panggil Bos John, Taju, Ridho, atau biasa kami panggil So, Dheni, atau biasa kami panggil Icus, selalu memenuhi layar Si Mesin Balok Besi kami sekelas tiap malam. Bahkan kadang mereka bertindak sebagai operator kelas yang menyampaikan pesan ke seluruh anggota kelas. Bahkan kadang hanya mengirimkan guyonan-guyonan aneh, bahkan juga puisi cinta. Lihat!

Seru sekali, bukan?

Sweet Moment for Fitri

Senin, 14 November 2011

Ulang tahun itu, bukan masalah bagus tidaknya angka. Bukan masalah masih pantas diberi embel-embel 'sweet' atau tidak. Bukan masalah di mana kita akan merayakannya. Bukan masalah kejutan apa yang akan kita dapat. Bukan masalah siapa yang akan ingat. Dan bukan masalah filosofi kado yang akan membahagiakan kita. Tapi, ulang tahun itu harusnya menjadi syukur akan hembusan napas yang masih bisa kita nikmati gratis, tanpa bunga, selalu ada diskon, dan berkualitas sama. Selamat ulang tahun yang ke-18, Fitri Gandamana...

Kami benar-benar kurang persiapan. Kami juga bukan a perfect surprise maker. Awalnya kami hanya ingin memberikan kado ini buat Fitri, tapi Bu Yuli, seorang librarian di sekolah kami, menyarankan agar kami memberi kue kecil-kecilan dan diberi lilin di atasnya. Kami langsung bilang, "Oke! Siap, bu!" dan Bu Yuli memberi satu pesan cantik untuk kita, "Kalau masih sekolah gini, kebersamaan sekecil apa pun itu bisa bikin kita kangen ntar waktu udah gede". Aku terharu mendengarnya. Spontan kami berlari cepat menuju ke toko makanan ringan di sekolah kami, yang biasa disebut Wartel Mas Her. Kami memilih kue kecil yang sekiranya bisa ditancapi lilin. Kami berharap ada donat di sana, ternyata tidak ada. Akhirnya kami memilih kue ini.


Sebagian anak-anak kelas mencoba tenang seperti tidak ada apa-apa, sebagian lagi sibuk menutupi lilin agar tidak mati. Sementara beberapa orang pura-pura tidak mematikan lampu kelas, pura-pura mati lampu, padahal jelas ia yang mematikan, hahaha konyol. Lalu beberapa surprise makers datang ke kelas disambut atmosfir kelas yang mengumandangkan lagu Happy Birthday to You. Dalam keadaan gelap, hanya lilin yang paling terang, terlihat berjalan sendiri menghampiri Fitri. Lalu semua meneriakkan "tiup lilinnya!" dan kelas padam karena si lilin sudah sampai pada tugasnya.


Selamat ulang tahun, Fitri, semoga apa yang kami beri ini bisa bermanfaat. Terima kasih telah memakai tas itu, itu bukan apa-apa dibanding persahabatan kita semua selama hampir 2 tahun kita bersama...dengan Chemisthree juga tentunya ;-)


Monday, November 07, 2011

Elegi Cinta Absurd

Just don't you ever love a guy who is not looking for your heart. Please, love a guy who is loving you, though you are you, not what he want to be.

Dua bulan. Itu bukan waktu yang lama jika dikalkulasi dengan angka. Namun, kalkulator hati punya perbedaan asumsi. Ia sangat lama. Mungkin sudah dua bulan silam setengah hatimu yang tertinggal di tubuhku ini berusaha lepas. Namun ia berontak, ia tidak mau lepas. Aku masih menyimpannya. Kali ini, izinkan kali ini saja aku ingin menuangkanmu untuk yang terakhir kali dalam tulisan, boleh kan?

Aku ingin cerita, aku sudah bisa menghapus semua memori tentang siluet-siluet wajah dan semua kisah Rapunzel yang pernah kamu terjunkan. Aku sudah bukan Cinderella, aku kembali menjadi Upik Abu saat sihirmu kamu cabut dari ubun-ubunku. Benakku terasa lebih ringan, ringan akan kebahagiaan yang sesungguhnya semu. Ia semakin berat, bukan berat akan kebahagiaan juga, namun makin berat akan pedih dan trauma yang sulit untuk dibalut hansaplast bahkan meja operasi pun tidak mungkin sanggup menyembuhkannya.

Aku sudah bisa mengubur dalam-dalam semuanya, dan aku yakin ia tidak mungkin bangkit dari tidur panjangnya. Aku sudah mencuci otakku sendiri. Bahkan untuk sekedar mengucap kembali melodi indah bernama 'cinta', aku harus mengejanya lebih dari seratus kali. Ya. C-I-N-T-A.

Refleksimu menghilang seiring pasir waktuku habis terjun terkena gravitasi. Aku sudah hilang ingatan, makhluk seperti apakah kamu, yang pernah memberikan hangat dalam kedinginanan batu es dalam kalbuku. Ia lalu datang. Iya. Ia. Perlu diulang? I-A. Ia adalah makhluk Tuhan lain yang dikirimkan mungkin untuk menggantikan jabatanmu dalam hierarki tertinggi kekuasaanmu yang pernah harus mengelola sanubariku.

Ia berbeda denganmu. Tentu saja. Tidak bisa dibandingkan karena memang tidak ada ada yang perlu. Tidak ada yang perlu dikomparasikan. Namun, aku terlalu cepat untuk mengayuh. Semakin cepat pula aku terjatuh. Jatuh tersungkur. Ia tidak lebih baik darimu. Beruntungnya aku, ia hanyalah pemandangan indah. Tidak lebih dari itu. Setidaknya ia pernah membuat simpul bibir manisku tersenyum untuknya dan untukku. Apa beruntungnya? Ya, untung saja aku tidak mudah tertipu untuk kedua kalinya.

Maafkan aku mengingkari janji. Aku berbohong jika aku sedang tersenyum. Sejujurnya, senyum itu adalah cara baruku untuk menangis. Tapi tidak terdengar.

Biarkan melodi cinta itu terdengar dengan sendirinya di telingaku. Aku tidak lagi akan memaksakan mendengarnya. Karena jika ternyata aku tidak mampu mendengarnya, aku bisa menurunkan hujan badai selalu

...cinta memang absurd.

Happy Birthday to Mocca



Pernah tidak, mengalami hal seperti ini? Bagaimana jika orang yang kamu sayangi akan berulang tahun 2 jam lagi dan kamu belum mempersiapkan kado apa pun? Yap. Rasanya sangat mendebarkan. Menakutkan. Menegangkan. Takut kalau seseorang itu akan kecewa dengan kita. Takut jika kita akan dicoret dari list orang tersayang yang ada pada mereka. Takut kalau kita tidak bisa menjadi sahabat. Kurang lebih seperti itulah apa yang aku dan Dini, saudara kembarku rasakan.

Akhir Oktober lalu, Mocca, band indie asal Bandung yang sudah kami sukai sejak masih SD, berulang tahun yang ke-12. Para Swingingfriends, komunitas pencinta Mocca mengadakan kontes yang bertajuk Mocca HBD Contest. Kontes ini bertujuan memilih 2 pemenang yang bisa mengucapkan 'happy birthday' ke Mocca sekreatif mungkin melalui foto, video, tulisan, dan lainnya. Nah, aku dan Dini baru tahu kontes ini satu hari sebelum batas akhir pengumpulan.

Sebenarnya bukan masalah jika waktu yang tersisa adalah 1 hari. Yang dipermasalahkan adalah, aku dan Dini sudah kelas 12. Jadwal belajar kami padat, belum lagi tugas dan ulangan yang segudang, membuat kami baru bisa memulai mengerjakan video ini 3 jam sebelum batas akhir pengumpulan. Apalagi di website Mocca, tercantum counter batas waktu pengumpulan. Kami langsung berteriak menanggalkan semua buku kami dan cepat-cepat menyusun ide video apa nantinya. Dengan keterbatasan waktu, akhirnya kami cepat-cepat membuat video ucapan ini dengan terlebih dahulu menyalakan lilin yang nantinya akan kami tiup. Sebelum itu, kami harus men-charge kamera pocket kami yang baterainya sudah di ambang batas kemiskinan. Belum sempat penuh baterainya, kami langsung cepat-cepat membuat video hancur yang sudah lebih dari 5 kali take.

Kami menggabung-gabungkan semua foto-foto kreatif yang pernah kami buat untuk Mocca, dan menyiapkan lagu apa yang akan kami pakai. Aku mengeditnya dengan kecepatan super duper ekstra ultra cepat, sampai-sampai komputer butut kami meroweng tanda kecapaian. Mana software Movie Maker kami sempat error saat kami memakainya. Dini terus saja melihat timer count-down di website Mocca. Dia juga sempat membuka video kiriman peserta lain yang menurutku lumayan lucu. Aku sampai marah-marah kepadanya karena hal itu hanya akan membuat aku semakin frustasi. Semua orang sudah tertidur lelap di rumah ini. Tinggal aku dan Dini yang terjaga demi pemusik penghilang jenuh kami. Malam itu tanggal 31 Oktober, dan hari sudah menunjukkan tanggal 1 November saat video ini selesai aku edit.

Timer menunjukkan pukul 12 lewat, dan aku belum mengunggahnya ke e-mail yang disediakan. Akhirnya kami berhasil mengunggahnya, dan kami harap-harap cemas apakah kami tertinggal atau tidak. Sampai jam 1 malam, kami belum juga mendapat balasan. Akhirnya kami pasrah, kami perlu istirahat. Aku dan Dini tidur bersama di kamar Dini sambil sama-sama cemas. Apakah kado itu diterima atau tidak.

Dua hari kemudian, aku mendapat mention dari akun Twitter pacar kakakku. Dia tanya, "Bagaimana, menang tidak?". Aku hanya menjawab, "Memang sudah ada pengumumannya? Pesimis, mas,". Dan beberapa menit kemudian, ia men-chat-ku lewat Facebook. Selamat ya, Dina-Dini, kalian menang! Spontan aku tidak percaya, lalu aku membuka Twitter @Moccaofficial untuk mendapat kepastian. Dan... Ternyata memang benar! Kami menang! Oh God! Kami menang!

Click to enlarge:

Inilah beberapa tweets dari akun official Mocca


Kak Arina, sang vokalis juga menyempatkan diri lho :')



Ini bukti bahwa kami menang, 2 pemenang utama akan dipajang di page paling atas. Kami juara dua, dan juara satunya juga tidak kalah menarik, bahkan sangat kreatif karena dia mengarang lagu sendiri lho untuk Mocca, salut!


Aku tidak menyangka, kami bisa menang. Padahal awalnya kami kurang persiapan, ditambah lagi pesimistis yang sangat tinggi membuatnya mustahil rasanya untuk menang. Bahkan lebih dari itu ternyata, kami bisa puas. Bukan karena hadiahnya yang kami cari, tapi kami senang, bisa mengutarakan ketulusan kami dan menunjukkan pada semua bahwa kami bisa :-D. Happy birthday, Mocca. Tetap bersinar...

Tren Manisan

Entah kenapa akhir-akhir ini marak makan manisan di kelasku. Semua bermula ketika Mbak Atik, penjaga Kopsis menjual manisan mangga dan anak-anak kelasku selalu berebut ketika ada yang beli. Dan otomatis, manisan di Kopsis selalu habis terjual. Saking gemesnya banyak yang ngga kebagian, kami berinisiatif untuk membuatnya. Beberapa cewek termasuk aku, berlomba-lomba untuk memasak manisan sendiri. Nana dan Pipit, temanku, sampai rela muter-muter nyari orang yang punya pohon mangga yang masih muda. Bahkan Ridho, seorang cowok pun ikutan bikin manisan mangga. Kebetulan sahabatku, Ernita punya pohon mangga di rumahnya, jadi aku tidak usah mencari jauh-jauh, hehe. Mari memulainya!

Kupas mangga muda lalu potong-potong, satu mangga saja bisa jadi banyak, lho...


Rendam di air garam, angkat. Lalu Campurkan gula dan cabai yang telah dipotong-potong ke dalam air matang sedikit saja. Rendam hasil rendaman mangga yang tadi di dalam air tersebut. Bila mangga sangat keras, rebus sebentar agar sedikit empuk, dan warna mangga menjadi kuning tua.


Masukkan kulkas semalaman agar mangga terasa lebih enak. Nah, sekarang saatnya dibungkus. Ini kali kedua aku membuatnya dan aku bawa ke sekolah. Ingat, sebelum makan manisan, isi perut dulu ya ;-)



Sunday, November 06, 2011

Iseng Bermanfaat?


Trailer film pendek ini dibuat oleh Radea, teman sekelasku yang menurutku sangat berbakat di bidang seni perfilman dan seni tarik suara. Setiap istirahat, dia selalu bereksperimen. Entah itu mengajakku untuk menyanyi bersama mengubah lirik lagu berbahasa Inggris menjadi lirik lain dalam Bahasa Indonesia, menyetel musik keras sekali berisi lagu-lagu Internasional, sampai yang satu ini: dia suka mengajak anak-anak di kelas untuk bermain film iseng-iseng lewat Blackberry-nya :-D

Menguyah Nasi

Kali ini aku akan menunjukkan salah satu hasil karyaku dan Teater SETIA (Stetsa Imaginer of Art) SMA Negeri 4 Malang di dunia perfilman, hehe. Walau bisa dibilang kami bukan spesialis film karena kami hanya pernah 3 kali membuat film, namun kami tetap berusaha untuk menjadi lebih baik dalam dunia seni peran.

Film ini dibuat untuk mengikuti Festival Film Pendek Remaja se-Kota Malang 2011 yang diadakan oleh MGMP. Ide cerita dan naskah, aku yang menulisnya. Film ini berkisah tentang seorang gadis remaja yang tidak bisa mensyukuri nikmat makanan yang diberikan Tuhan. Lalu ia bertemu dengan dua orang gelandangan yang untuk makan sebutir nasi saja harus mengais di tempat sampah. Pada akhirnya, gadis ini tersadar akan betapa pentingnya arti mensyukuri nikmat dari yang di atas.

Oke, begitulah sinopsisnya, selamat menonton! :-D

New Look

Perhatiin deh, blogger, maklum lah karena saya orang Indonesia tulen, jadi wajar kalau nulis Bahasa Inggris suka typo atau biasa disebut salah cetak. Akhirnya saya memutuskan untuk mengganti header.


Dan karena saya bosan dengan header yang itu-itu saja dengan menggunakan foto sendiri, saya mencoba menggambar avatar saya sendiri, hehe. Memang tidak bagus sih...tapi saya bangga bisa memakai karya saya di sini :-D. Happy reading! ;-)


Friday, November 04, 2011

Tentang Duplikasi

Dia Amira. Dia Amani. Mereka Amira dan Amani. Mereka dua. Ada dua. Mereka mirip. Ya, mereka kembar. Tapi mereka satu. Satu hatinya. Lucu...mereka lucu. Saat aku lihat mereka sangat mirip sekali tidak seperti aku dan Dini yang jauh dari kata mirip. Lucu saat Amira suka mencubit pipi Amani. Lucu sekali saat mereka sama-sama menunggu Abinya menjemput di depan sekolah. Saat Amira menunggu Amani untuk ke sekolah kami. Ya, Amani sekolah di sekolah tetangga.

Lucu saat Amani datang lalu aku bilang, "Gilaaaa mirip banget! Lucu!" . Lalu Amira bilang, "Tapi masih lebih cantik aku!". Dan Amani hanya diam tertawa pasrah seperti sudah biasa mendengar Amira cerewet. Amira lalu mulai bercanda tawa denganku dan salah satu temanku yang lain di depan sekolah. Saat aku bertanya apa mereka sering bertengkar, mereka hanya saling berpandangan sambil tersenyum lucu, lalu Amira mulai menjahili Amani lagi. Lucu melihatnya. Saat aku bertanya mengapa Amani tidak memakai softlens seperti Amira, Amani hanya menjawab, "Nanti aku kelewat cantik...". Aku hanya tertawa.

Lalu Amani bertanya, mana foto kembaranku. Aku membuka handphone bututku dan membuka galeri. Dia bilang memang kami tidak mirip. Dia bertanya lagi Dini sekolah di mana, Dini jurusan IPA, IPS, atau Bahasa. Aku jawab Dini di SMA 9, jurusan IPS. Sedangkan aku di SMA 4 jurusan IPA. Amani bertanya lagi dengan polosnya, "Mbak Dini jarang belajar, ya?". Aku lalu tertawa. Aku hanya menjawab, "Aku sama Dini sama malesnya, bidang kami saja yang berbeda, pikiranku lebih sempit dari dia, makanya aku masuk IPA".

Melihat mereka sungguh kompak, sangat kompak. Lucu...sampai teman-temannya bilang mereka sama usilnya. Mereka ceria, tanpa ada yang disembunyikan.

Rasanya semua berlangsung sangat cepat. Sepertinya baru kemarin aku menjawil hidung mancung Amani dengan jari telunjukku karena aku gemas. Baru kemarin aku melihat Amira dan Amani bertengkar guyonan sampai membuat aku tertawa. Baru kemarin aku melihat senyum mereka. Baru kemarin aku iri karena aku dan Dini tidak bisa seakur mereka.

Tuhan menciptakan duplikasi dari masing-masing makhluk yang ia kehendaki. Aku dan Dini. Amira dan Amani. Upin dan Ipin. Mereka punya tugas masing-masing. Mereka tidak dua. Tetapi satu yang diduplikasikan. Jika mungkin aku dan Dini berbeda, itu karena Dini adalah cerminku. Aku adalah cerminnya Dini. Kami tetap satu, walaupun mungkin suatu saat nanti ada waktunya tugas kami selesai.

Amani...karena tugas kamu sudah selesai...Allah ingin kamu menemani-Nya. Baik-baik di sana, ya, salam sama Allah. Kita semua di sini kangen sama kamu, kita semua di sini sayang sama Allah. Amira juga sayang banget sama kamu. Kamu jangan jahil ya, di sana. Amira masih ceria kayak dulu, lho. Dia kan kuat. Aku sampe iri liat keceriaannya Amira. Dia gadis yang pintar.

Selamat jalan, adek kecil, Amani :-)

Rigging Practices

Beberapa hari yang lalu sebelum UTS, kami mendapat tugas dari guru Penjasorkes buat melestarikan budaya Pramuka yang sudah lama kami tinggalkan semenjak kami dewasa, hehe. Monggo dilihat...

Sunday, October 23, 2011

I Captured Your Dreams

Beberapa waktu lalu, aku dan kelasku, Chemisthree atau biasa disebut 12 IPA 3 sedang iseng-iseng di grup Facebook kami. Semua dimulai dari Ridho yang iseng-iseng dengan post di bawah ini dan sampai detik ini sudah mencapai 2049 komentar!

Dan lihat ini...

Aku juga meng-capture sebagian impian kalian yang bikin aku tersentuh bacanya :')










Aku suka malam itu...aku suka tiap hari berbagi sama Chemisthree, kita curhat tanpa batas, kita blak-blakan, terbuka, menyelesaikan masalah bersama, berbagi impian, bahkan ternyata...kita sekelas rata-rata pernah cinlok semua! Kita juga bisa tahu kesalahpahaman yang pernah terjadi dan kita selesein secara dewasa. Aku suka cara kalian. Aku tunggu janji kita buat bikin kapsul waktu yang kita buka 10 tahun lagi. Aku sayang Chemisthree :-)

Nice? Yes, Nice Day!

Bu Indri bilang, hari ini adalah hari terakhir pengumpulan film untuk Festival Film MGMP yang aku dan anak-anak teater ikuti. Dan tebak apa? Kami salah info. Jadi begini, hari itu kami selesai ujian. Tapi adik kelas kami belum, jadi tidak ada yang bisa kami jadikan tebengan ke SMA 7 untuk mengantarkan film kami. Kami terpaksa lari-lari ke fotokopian, ke Waka Humas, ke kantor TU berdua saja, bahkan yang paling miris, kami ke SMA 7 dari SMA 4 berdua saja jalan ke Stasiun Kota Baru mencari angkot ABG dan turun di pemberhentian terdekat dari SMA 7 dan kami jalan kaki hampir 1 Km. Oh iya, 'tebak apa'? HARI TERAKHIR PENGUMPULAN FILM ITU TANGGAL 30, BUKAN TANGGAL 18! Oh my Goodness...tahu kentut tidak? Itu dia. Bushhhhhhh, kata aku dan Ovik.

Ya sudah, akhirnya kami hanya menyerahkan administrasinya saja, untuk filmnya, kami masih akan benahin lagi. Besok-besok jangan kami deh ya yang jadi kurir? LOL. Karena over dehidrasi dan that's such a super shiny day, kami berhenti berjalan di salah satu Indomaret di daerah Kalpataru. Ada jus buah di sana, rasanya air liur kami sudah menetes diwakili keringat. Ovik pesan jus sirsat, dan seperti biasa, apa yang lebih enak dari jus mangga di siang hari yang sangat panas, huh? Katakan! Tidak ada :-D

Tanpa banyak pikir, di samping tissue-tissue kotor yang menjadi saksi bisu keringat-keringat perjuangan kami dan tangan kotor, kami juga pesan ayam krispi. Embel-embel higienis, kami oleskan hand-sanitizer dan...makaaaaaaaaaaann!




Yah walaupun jarang-jarang kami makan di tempat pinggiran terbuka seperti itu di hari yang panas dan exhausted banget, setidaknya that's a little nice day buat curhat-curhat sama Ovik. Thanks, Vik, kapan-kapan lagi, mau? :-D

Friday, October 21, 2011

Love Theory

Terkadang ada suatu tanggapan dan alasan bahwa cinta itu bodoh. Tidak mengenal realita. Tidak mengenal sasaran. Tidak mengenal jarak. Tidak mengenal logika.

Namun, ada suatu alasan pula bahwa aku menganggap cinta bukan hal yang bodoh. Ya. Bukan. Kali ini aku akan buktikan pada kalian bahwa cinta itu tidak bodoh. Aku mendapatkan semua ilmu ini di sekolah. Bahkan, di tiap pelajaran exact yang aku dapatkan, semua tidak lepas dari cinta.

1. Biologi

Cinta berawal ketika ibu’ dan bapak bertemu. Di mana sel sperma dan ovum saling bertemu. Mereka bertemu karena ada reaksi kemotaksis. Sebuah reaksi kimia. Gerak makhluk hidup mendekat kepada rangsangan. Di mana ovum hanya diam saja. Diam menanti sperma-sperma yang berkompetisi untuk mendapatkannya. Iya. Ovum yang pasif. Sperma yang aktif. Wanita yang pasif. Pria yang aktif. Mereka begitu karena ada reaksi di dalamnya. Sayangtaksis. Kodratnya begitu. Jangan diubah. Biarkan aku menunggumu. Biarkan kamu yang datang. Aku tidak akan mendatangimu. Karena aku pernah membaliknya. Dan itu tidak akan bahagia. Karena aku salah terhadap kodrat. Aku salah jika aku mengejar. Benar, kan? Cinta tidak bodoh. Karena dia mengenal realita.

2. Fisika

Hukum III Newton

“Jika kita mengerjakan gaya pada sebuah benda, benda itu akan mengerjakan gaya pada kita yang sama besarnya, tetapi dengan arah yang berlawanan”.

Jika kamu memberikan suatu gaya yang dinamakan perasaan ke pada sebuah benda yang dinamakan ‘aku’, benda itu akan mengerjakan gaya pada kamu yang sama besarnya, tetapi dengan arah yang berlawanan, yaitu ke ‘kamu’.

Hukum I Newton

“Jika sebuah benda dalam keadaan diam, akan tetap diam, atau jika benda tersebut sedang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan,”.

Itulah hukum kelembaman. Sebuah benda akan mempunyai sifat untuk mempertahankan keadaannya. Jadi bagaimana pun, aku akan tetap mempertahankan keadaan ini. Sudah jelas? Aku tidak akan memberikan gaya itu jika tidak kamu duluan yang memulai gaya tersebut. Benar, kan? Cinta tidak bodoh. Karena dia mengenal sasaran.

3. Kimia

Terdapat suatu keteraturan di alam semesta ini. Ada suatu keteraturan sifat-sifat dalam unsur-unsur tabel periodik. Jika kita lihat, sifat atomiknya, jari-jari atom dari atas sampai bawah semakin bertambah karena bertambahnya jumlah kulit elektron. Hal ini menyebabkan jari-jari atom pun bertambah. Semakin bertambahnya jari-jari atom, elektron pada kulit terluar akan semakin mudah lepas. Jadi, semakin kecil jarak antara inti atom dengan kulit terluar, maka elektron akan makin sulit untuk lepas. Semakin jauh jarak di antara kita, maka ikatan di antara kita akan makin mudah lepas. Benar, kan? Cinta tidak bodoh. Karena dia mengenal jarak.

4. Matematika

Ada suatu keanehan saat ditemukan bahwa Matematika adalah ilmu pasti, ternyata dia juga bisa tidak pasti. Lihatlah suatu persamaan berikut ini:

Apa ada yang salah dengan persamaan tersebut? Apa memang cinta yang salah? Kenapa 2 sama dengan 1? Kata Pak Bambang, jadi tidak ada salahnya kalau suami satu beristrikan dua, apakah seperti itu? Jadi, tidak ada salahnya kalau hatiku yang satu tapi bercabang dua? Tidak ada salahnya saat kamu tidak ada dan hatiku terisi oleh hati yang lainnya? Apakah matematika semutlak itu? Apa hatiku juga semutlak itu? Benar, kan? Cinta tidak bodoh. Karena dia mengenal logika.

Cinta tidak bodoh. Cinta tidak bodoh. Cinta juga bersekolah. Cinta bukan ilmu awang-awang. Dia nyata. Dia ada. Dia fakta. Dan aku memang tidak bodoh. Kamu yang bodoh.

Friday, October 07, 2011

Do It Yourself!

Pernahkah kalian sadar kalau persediaan bahan bakar fosil dan yang lainnya tidak akan abadi dan pasti beberapa tahun lagi kita bakal rebutan sana-sini? Nah, kali ini aku mau share hasil percobaan pembuatan bahan bakar pengganti minyak bernama biobriket. Terbuat dari sampah sisa kacang kulit dan fungsinya akan hampir sama dengan arang. Cuman, briket jenis ini mungkin tetep bakal jadi polusi udara, ya? Lihat hasil kerja keras kami!